Minggu, 20 Desember 2020

Menulis Biografi

Nama : Marsilam (12001124)
Kelas : 1D (PAI)
Makul : Bahasa Indonesia
Deskripsi Biografi : Ibuku


     Ibu adalah semangat bagiku karena ia selalu memberikan motivasi perjuangan bagiku. Mengapa bisa aku katakan bahwa ibu memberikan motivasi perjuangan bagiku, karena melihat kerja kerasnya dalam menghidupi kami sebagai anaknya begitu dia memberikan segalanya hanya untuk kami sebagai anaknya. Dan itu membuatku merasa berhutang budi terhadapnya.  Itu yang dapat saya lihat, bagaimana ketika aku masih dalam buaian ibuku, bagaimana lagi dengan perjuangannya yang luar biasa itu. Ibuku bagaikan malaikat dalam hidup ku penyelamat dan penyemangat hidup ku. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam kesehariannya ibuku bekerja sebagai petani karet, selain itu ibuku juga beladang ia tidak kenal lelah demi  mencari nafkah untuk keluarga membantu bapak. Sesungguhnya besar perjuangan ibuku untuk membesarkan kami anaknya, tetapi kami sebagai anak belum ada menunjukkan baktinya seorang anak terhadap ibunya. Ibu ku bernama Juna lahir di Sebalo, 03 Desember 1960. Sekarang usianya sudah 60 tahun tetapi ibuku masih saja banting tulang. Kondisi  tubuh ibuku sekarang sudah tidak seperti dulu lagi sekarang beliau kelihatan kurus porsi makannya sekarang pun jauh berbeda dari dulu. Ibuku berkulit hitam biasa, orangnya pengertian dan baik hati aku sangat menyayanginya. Ibuku orangnya tidak cerewet dan selalu merasa cukup dengan segala bentuk keadaan serta tidak berlebihan dalam berpenampilan maupun hal-hal yang lainnya.

    


    Dimataku ibuku sungguh sempurna, walaupun memang manusia diciptakan ada kekurangan dan ada pula kelebihannya. Meskipun sekarang ibuku kalau dilihat dari fisiknya sudah mulai mengurang, terutama pendengarannya. Karena biasanya ibuku kalau diajak ngomong dia tidak bisa terlalu pelan apalagi kalau lewat Hp berhubungan pendengarannya sudah tidak terlalu berfungsi dengan baik. Mungkin dikarenakan faktor usia yang sudah lanjut, jadi pendengarannya pun sudah makin berkurang. Ibuku selagi mudanya dulu belum berkeluarga badannya gemuk, tingginya sedang (hanya dapat diperkirakan berhubungan tidak tahu pasti berapa tinggi badan ibuku karena hanya melihat fotonya yang sudah sangat lama) dan hidungnya tidak terlalu mancung. Ibuku orangnya pekerja keras, istirahatnya kurang. Terkadang kami sebagai anak sering mengingatkan ibu agar jangan terlalu memaksakan diri, karena kalau memang rezekinya sudah ditakdirkan segitu ya segitu lah dia. Karena akupun tidak tahu apa yang ada di pikiran Ibuku sehingga beliau harus banting tulang. Mungkin Ibuku pikir, kalau tidak dikerjakan siapa lagi yang mau mengerjakannya. Karena biasanya aku mendengar dari ucapan ibuku sendiri berkata seperti itu. Di satu sisi aku tidak tega melihat ibuku harus bekerja keras, tetapi disisi lain aku mau mengerjakannya karena aku pun belum terlalu paham atau berpengalaman. Nanti kalau salah aku takut akan mengecewakan ibuku.  Ibuku dalam pekerjaannya kalau belum selesai belum ia berhenti, maksudnya setiap pekerjaan itu ibuku harus menyelesaikannya tanpa bergantung pada orang lain. Itulah aku merasa sangat bangga kepada ibuku karena demi kami anaknya ia harus berjuang dan bekerja keras seperti itu. Dan tidak mau melihat bapak bekerja sendiri, ibuku selalu ada buat bapak aku sangat senang melihat ibu dan bapak ku dengan rukunnya mereka bekerja. Terkadang kalau ibu melihat bapak lagi sedang sakit atau kurang enak badan ibuku harus mengerjakan pekerjaan bapak meskipun tidaklah sama pekerjaan perempuan dengan laki-laki. Tetapi ibuku selalu berusaha yang terbaik untuk bapak. Ibuku kalau soal pekerjaan tidak memilih asalkan ia bisa mengerjakannya tetap ia lakukan semampunya. Bapak sangat beruntung mempunyai istri yang sangat baik dan pengertian seperti ibu.

     Karena pekerjaan ibuku sebagai petani karet dan ini mata pencaharian keluarga. Jadii kalau cuaca bagus tidak hujan ibuku subuh-subuh sudah bangun sekitaran jam setengah dua atau jam dua siap-siap pergi noreh kami bilang. Biasanya kalau sudah musim kemarau air getahnya berkurang, ditambah lagi sering diambil. Jadi kalau musim kemarau berkepanjangan ibuku libur norehnya paling tidak mengistirahatkan air getahnya agar tidak terlalu terkuras. Karena kalau air getahnya diistirahatkan biasanya menambah kualitas air getah. Lain halnya pada musim hujan, karena mungkin faktor air hujan sehingga pada musim panas kembali ketika ditoreh air getahnya jadi banyak.

     Untuk proses pembuatan jinton (air getah yang sudah beku) sebelum bekunya, dibuatkan tempat persegi dengan panjang sesuai keinginan ukurannya mau berapa. Tetapi kalau ukuran tempat punya ibuku yaitu dengan panjang 90cm dan lebarnya 30cm. Setelah itu, membekukan air getahnya menggunakan cuka sintas atau biasa kami sebut dengan cuka getah. Cuka getahnya terlalu kuat, jadi dicampur dengan air kalau tidak dicampur pun boleh juga tapi jangan terlalu banyak menuangkannya kedalam adonan air getah karena kalau berlebihan tidak sesuai dengan ukuran air getahnya akan membuatnya cepat beku dan kalau kelamaan menuangkannya ke dalam bak karet yang dibuat tadi maka tidak jadi getah yang dicetak. Jadi biar aman makanya lebih baik dicampur  air dengan ukuran sedang supaya tidak terburu-buru dalam menuangkan air getahnya.

     Untuk pendapatan sehari mungkin kisaran 4kg itupun kalau dicampur dengan jinton yang sudah beku yang nempel di pohon karetnya yang diambil. Berhubungan pendapatan sehari tidak terlalu besar jadi sistem pembuatan getahnya pakai tempel dua kali. Ketika mau menjualnya ibuku harus memikul dari pondok sampai ke agen yang dalam perjalanan kurang lebih 20 menit. Biasanya kalau tidak dua keping  empat keping, hasil timbangan biasanya ada lima puluh lebih kilo dari empat keping tersebut. Sedangkan hasil dari penjualan untuk belanja kebutuhan sehari hari, seperti : beras, gula, kopi dan keperluan lainnya yang masih menyangkut bahan makanan pokok. Selebihnya, kalau memang uangnya masih bersisa untuk bayar utang. Kalaupun tidak ada berarti bayar utangnya nunggak lagi ke agen. Melihat kondisi ekonomi keluarga yang seperti itu, memang perasaan tidak tega pastilah ada. Meskipun sekarang aku belum bisa memberikan apa-apa kepada ibuku semoga suatu saat nanti aku bisa membahagiakan ibuku jika ada peluang untuk ku persembahkan buat ibuku. Aku berharap agar aku bisa memperlakukan ibuku sebagaimana ia memperlakukan aku sejak aku tidak tahu apa-apa dan ia tidak peduli hujan ribut membasahinya demi aku anaknya.Dengan kerja keras ibuku membuat aku semakin yakin bahwa ibuku pendorong semangat ku untuk meraih cita-citaku meskipun aku harus berpisah dengan ibuku untuk sementara waktu ini. Semoga perpisahan ini bukanlah perpisahan selamanya, melainkan agar aku bisa mandiri dan mempersiapkan diri untuk membina ibuku ketika hari tuanya nanti. Sejauh ini aku melangkah tidak ada harapan diriku kepada ibuku melainkan aku sangat mengharapkan doa restunya. Yang itu akan membuat ku selalu mempunyai kekuatan untuk menghadapi masa sulit ku dikemudian hari. Dan harapanku untuk ibuku semoga ibuku selalu dalam perlindungan Allah SWT. Amin Ya Allah.


 

Sabtu, 14 November 2020

Analisis Bahasa berdasarkan PUEBI dan KBBI


Nama : Marsilam (12001124)
Kelas : 1D (PAI)
Makul : Bahasa Indonesia

Gambar (1)

Lokasi gambar: Jl. Husein Hamzah pall 3
Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 13 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Touchscren dan Voucher
Berdasarkan KBBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Layar sentuh dan Voucer
 Jika ingin menggunakan bahasa asing, baiknya tulisan dimiringkan menjadi Touchscren dan Vouchscren.

Gambar (2)

Lokasi gambar: Jl. Tabrani Ahmad
Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 13 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni All, Voucher, dan Acccessories.
Berdasarkan KBBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Semua, Voucer, dan Aksesori. Jika ingin menggunakan bahasa asing, baiknya tulisan dimiringkan. Menjadi All, Voucher, dan Acccessories.

                             Gambar (3)

 Lokasi gambar: Jl. Tabrani Ahmad (samping komplek Borobudur)
Waktu pengambilan gambar: Jum'at 13 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Express
Berdasarkan KBBI penulisan tersebut kurang tepat sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Mengekspresikan. Jika ingin menggunakan bahasa asing, baiknya tulisan dimiringkan menjadi Express.

                               Gambar (4)

Lokasi gambar: Jl. Husein Hamzah pall 5, Gg. Berdikari 1
Waktu pengambilan gambar: Jum'at, 13 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat penggunaan bahasa asing, yakni Caramel
Berdasarkan KBBI penulisan tersebut kurang tepat sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Karamel. Jika ingin menggunakan bahasa asing, baiknya tulisan dimiringkan menjadi Caramel.
                              Gambar(5)

Lokasi gambar: Jl. Husein Hamzah pall 3
Waktu pengambilan gambar: Jum'at 13 November 2020
Analisis:
Pada gambar tersebut terdapat kalimat "Melayani grosiran Voucher", pada kalimat ini terdapat kata asing, yakni Voucher.
Berdasarkan KBBI penulisan tersebut kurang tepat, sebaiknya penulisan menggunakan Bahasa Indonesia yakni Voucer. Jika ingin menggunakan bahasa asing, baiknya tulisan dimiringkan menjadi Voucher.

Kamis, 05 November 2020

Menyesuaikan Asal Pengguna

 Nama : Marsilam (12001124)

Kelas :1D

Makul : Bahasa Indonesia

KOSAKATA BAHASA MELAYU KAMPUNG SEMANGAK KABUPATEN BENGKAYANG,

             KALIMANTAN BARAT

Kosakata B. Ibu = Makna dalam B. Indonesia

1. Bile = kapan

2. Ngape = mengapa

3.Kesinun = kesana

4.Jaoh = jauh

5.Cobe = coba

6.Bulak = bohong

7.Kesiye = kesitu

8.Kesitok = kesini

9.Jeramgkong = sangat tinggi (tubuh)

10.Warong = warung

11.Cinte = cinta

12.Melakat = nempel

13.Kau jak = kamu saja

14.Dakat = dekat

15.Same-same = sama-sama

16.Durhake = durhaka

17.Nerake = neraka

18.Surge = surga

19.Manjat = memanjat

20.Udah = sudah

21.Lapaskan = lepaskan

22.Dak sepadan = tidak serasi

23.Carek = cari

24.Dakde = tidak ada

25.Taber = tirai

26.Meje = meja

27.Dudok = duduk

28.Pagi = pergi

29.Kemane = kemana

30.Ape = apa

31.Siape = siapa

32.Bagaimane = bagaimana

33.Indak = tidak

34.rejaki = rezeki

35.Ijau = hijau

36.Warne = warna

37.Ae' = air

38.paser = pasir

39.Biber = bibir

40.Liat = lihat

41.Samut = semut

42.Kerangge = serangga

43.Bunge = bunga

44.Berite = berita

45.Disuroh = disuruh

46.Celane = celana

47.Sarong = sarung

48.Kampong = kampung

49.Kote = kota

50.Ketauan = ketahuan

51.Burok = buruk

52.Pinggan = piring

53.Kace = kaca

54.Pacah = pecah

55.Siser = sisir

56.Burong = burung

57.Semangke = semangka

58.Galas = gelas

59.bangkak =bengkak

60.Limau = jeruk

61.Batek = pepaya

62.Suke = suka

63.Tue = tua

64.Nasek = nasi

65.Baras = beras

66.Pucok = pucuk

67.Lawang = pintu

68.Keratas = kertas

69.Tampat = tempat

70.Kurupsi = korupsi

71.Mandek = mandi

72.Adek = adik

73.Jambatan = jembatan

74.Nyirok =nyiru

75.Mangkok = mangkuk

76.Sarbet =serbet

77.Almanak = kalender

78.Lading = pisau

79.Geraji = gergaji

80.Sudok = sendok

81.Cerobok = ceroboh

82.Pangkong = pukul

83.Patong = patung

84.Bungkok = bungkuk

85.cangker =cangkir

86.Sayok = sayur

87.Mentege = mentega

88.Ngurut = urut

89.Tidok= tidur

90.Meronggo = kedinginan

91.Alik = semak

92.Beratah = merujak

93.Papan bor = papan tulis

94.Serambek =ruang tamu

95.Maok = mau

96.Senen = senin

97.Selase= selasa

98.Penyapu = sapu

99.Langgangan = halaman

100.Basi = besi


Disini saya akan menceritakan sedikit perjalanan saya dalam membuat kosakata yang saya buat diatas. "Saya membuat kosakata itu kemarin hari selasa sebelum zhuhur dan ketika azan berkumandang saya berhenti membuat kosakata itu. Selesai ba'da zhuhur saya makan setelahnya saya melanjutkan membuat kosakata yang belum selesai saya buat dan saya sambil nonton TV biar tidak terlalu tegang membuatnya sambil santai-santai. Setelah selesai saya membuat kosakata itu? Saya istirahat dan malamnya saya melanjutkan pembuatan tabel dan menyusun katanya dalam bentuk tabel. Disamping itu saya kemarin kan dua makul yaitu makul Pancasila dan Bahasa Indonesia, di makul Pancasila saya ada diberi tugas  untuk merangkum dari penjelasan dosen yang menyampaikan materi setelah itu rangkumannya disuruh kumpulkan, cuman tidak diberi batas waktu pengumpulannya. Ketika saya mau mengirim tugas Pancasila punya saya eror, berkali-kali saya mengulang ngirimnya tidak bisa-bisa sampai besok harinya saya masih mencoba untuk mengirimkan tugas Pancasila. Alhamdulillah akhirnya tugas saya bisa terkirim. Pada hari Rabu pagi saya melanjutkan lagi tugas Bahasa Indonesia membuat cerita singkat perjalanan saya membuat kosakata. Dan pada akhirnya saya sudah selesai menyelesaikan makul Bahasa Indonesia. Itulah cerita singkat saya dalam perjalanan membuat kosakata. Sekian dari saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏🏻


Senin, 02 November 2020

Aku dan Panti ku


 


      Perkenalkan nama saya Marsilam, disini saya akan menceritakan tentang “aku dan Panti ku”. Untuk menghemat waktu, baiklah sekarang saya akan memulai menceritakan nya. Aku adalah manusia biasa yang tidak tahu kemana aku harus melangkah. Aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu terutama dari segi ekonomi dan pendidikan. Meskipun begitu, tetapi aku sebagai makhluk sosial juga mempunyai hak dan kewajiban yang harus aku penuhi. Walaupun disamping ekonomi keluarga yang kurang, tetapi aku harus tetap memenuhi kewajiban ku. Apa yang menjadi kewajiban ku sebagai makhluk sosial? Yaitu Pendidikan! Sebenarnya aku mengakui bahwa aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu bisa dikatakan miskin. Tapi aku pikir itu bukan suatu masalah besar bagi diriku yang bisa menjadi masalah besar adalah kalau aku tidak mempunyai niat untuk mau mengubah nasibku yang sekarang, itulah yang dikatakan masalah besar baik hidup ku yang sekarang maupun dimasa yang akan datang.
     Dengan berjalannya waktu ternyata dibalik ekonomi keluarga yang kurang, aku mempunyai jalan keluar untuk bisa mengatasi masalah yang aku hadapi. Yaitu Panti Asuhan. Alhamdulillah (Segala Puji Hanya Milik Allah), disinilah aku memecahkan masalah yang saya hadapi tentang pendidika. Aku mulai tinggal disini sejak duduk di bangku kelas 10/1 SMA pada tahun 2017 dan sampai sekarang Alhamdulillah masih netap tinggal di panti ini. Dan sampai dilanjutkan ke perguruan tinggi IAIN Pontianak yang sekarang, tapi tidak semua yang tinggal di panti ini bisa dilanjutkan karena berhubungan kemampuan Panti. Jadi aku sangat bersyukur karena aku bisa dilanjutkan setelah menyelesaikan dijenjang SLTA. Panti asuhan ini menampung 40 anak paling banyak, sedangkan sekarang yang ada cuma 29 anak asuh yang semuanya masih dalam pendidikan dan beberapa orang pengasuh lainnya. Alhamdulillah Panti ini pelayanannya cukup baik dan pengasuhnya pun sangat bertanggung jawab dengan tugasnya. Sayangnya tahun ini tidak menerima anak asuh baru, belum tahu juga dengan tahun depan soalnya belum ada perbincangan dengan masalah penerimaan anak asuh. 

Senin, 26 Oktober 2020

Karya tulis


                                       Selasa, 27 Oktober 2020

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏🏻 

perkenalkan nama saya Marsilam, saya berasal dari Bengkayang. Sekarang saya tinggal di panti asuhan Nurilahi, jalan Husein Hamzah pall 4 samping GG. Berdikari 1. Saya lahir dari keluarga yang kurang mampu, sehingga dari pengalaman sebelum saya tinggal di panti ini, banyak informasi yang saya dapat mengenai panti asuhan Nurilahi. Sehingga dari situ saya berpikir ini tempat yang sesuai untuk saya melanjutkan pendidikan saya. Karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memadai sehingga membuat saya mengambil keputusan untuk memilih panti asuhan. Selain dari ilmu umum yang saya dapat disamping itu juga saya mendapatkan bimbingan ilmu agama. Oh iya sobat, panti ini mengasyikkan loh..bagi saya karena waktu dikampung saya merasa tidak mempunyai teman-teman yang bisa diajak ngobrol. Jadi sekarang, saya merasa lebih leluasa untuk mengobrol sama teman-teman panti. Selain mengasyikkan juga memotifasi saya untuk menjadi orang yang lebih baik lagi, meskipun sekarang saya belum menjadi
orang yang baik🤔😀😀😀. Saya merasa diri sayalah yang beruntung. Karena apa?  Diluar sana banyak orang-orang yang ingin melanjutkan pendidikannya tapi sayang itu hanya ada di alam sadarnya saja(mimpi). 

    Baiklah dari paparan di atas, disini saya akan melanjutkan perkenalan saya. Disini saya anak ke enam dari delapan bersaudara, saya mempunyai dua orang adik perempuan. Sedangkan kakak saya ada empat dan Abang saya satu. Mereka semua sudah menikah dan masing-masing dari mereka sudah mempunyai anak. Sedangkan adik saya yang pertama masih sekolah duduk di bangku kelas tiga SMA, sedangkan yang terakhir baru selesai pendidikannya dibangku SMP tapi sayang karena faktor ekonomi dia berenti  sekolah.

Mungkin hanya ini yang dapat saya sampaikan, sekian dari saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏🏻 











Menulis Biografi

Nama : Marsilam (12001124) Kelas : 1D (PAI) Makul : Bahasa Indonesia Deskripsi Biografi : Ibuku      Ibu adalah semangat bagiku karena ia se...